Makam

Orang yang Berhak Mengurusi Jenazah

Orang yang diwasiyatkan, dengan ketentuan, orang yang diwasiatkan bukan orang fasik ataupun pakar bidah.

Ulama ataupun pemimpin agama

Orang tua dari jenazah tersebut

Kanak- kanak sang jenazah ke bawah

Keluarga terdekat

Kalangan Muslimin

Urutan Orang yang Berhak Memandikan Jenazah Laki- Laki

Pria yang masih mempunyai ikatan keluarga, semacam kakak, adik, orangtua, anak pria ataupun kakek

Istri

Pria lain yang tidak terdapat ikatan kekerabatan san diego hills , semacam tetangga

Wanita yang masih mahram, semacam anak wanita.

Urutan Orang yang Berhak Memandikan Jenazah Perempuan

Suami, sebab seseorang suami berhak memandikan istrinya dan diperbolehkan memandang segala anggota badan tanpa terkecuali.

Wanita yang masih terdapat ikatan kekerabatan, semacam kakak, adik, orangtua, anak wanita ataupun nenek

Wanita yang tidak mempunyai ikatan keluarga, semacam sepupu wanita serta orang sebelah.

Pria yang masih mahram

Teks Hasrat Memandikan Jenazah

Hasrat Memandikan Jenazah Laki- Laki

” NAWAITUL GUSLA ADAA- AN AN HAADZAL MAYYITI LILLAHI TAAALAA”

Maksudnya:” Aku hasrat memandikan buat penuhi kewajiban dari mayit( pria) ini sebab Allah Taala.”

Hasrat Memandikan Jenazah Perempuan

” NAWAITUL GUSLA ADAA- AN AN HAADZIHIL MAYYITATI LILLAAHI TAAALAA”

Maksudnya:” Aku hasrat memandikan buat penuhi kewajiban dari mayit( wanita) ini sebab Allah Taala.”

Tempat memandikan jenazah di tempat tertutup, jangan perkenankan gampang dilihat orang lain.

Air bersih buat memandikan jenazah.

Sabun, air yang diberi bubuk kapur barus serta wangi- wangian tanpa alkohol.

Sarung tangan buat memandikan jenazah

Sedikit kapas

Potongan ataupun gulungan kain kecil

Handuk serta kain spesial basahan

Tata Metode Memandikan Jenazah

Rasulullah SAW bersabda: Hendaklah orang yang wafat di antara kamu dimandikan oleh orang- orang yang terpercaya.( HR. Ibnu Majah)

Meletakkan jenazah dengan posisi kepala agak besar.

Orang yang memandikan jenazah sebaiknya mengenakan sarung tangan.

Ambil kain penutup dari jenazah serta ubah dengan kain basahan supaya auratnya tidak terlihat

Sehabis itu bilas dengan menyikat lembut giginya, lubang hidung, lubang kuping, celah ketiaknya, celah jari tangan serta kaki dan rambutnya.

Bilas kotoran jenazah baik yang keluar dari depan ataupun dari balik terlebih dulu. Triknya, tekan perutnya lambat- laun biar kotoran yang terdapat di dalamnya keluar.

Siram ataupun basuh segala anggota badan jenazah dengan air sabun.

Siram ataupun basuh dari kepala sampai ujung kaki dengan air bersih. Siram sebelah kanan dulu, kemudian kiri tiap- tiap 3 kali.

Memiringkan jenazah ke kiri, basuh bagian lambung kanan sebelah balik.

Memiringkan jenazah ke kanan, basuh bagian lambung kirinya sebelah balik.

Bilas lagi dengan air bersih dari kepala sampai ujung kaki.

Siram dengan air kapur barus.

Jenazah setelah itu diwudhukan semacam orang yang berwudhu saat sebelum sholat.

Yakinkan memperlakukan jenazah dengan lembut dikala membalik serta menyikat anggota badannya.

Bila keluar dari jenazah itu najis sehabis dimandikan serta menimpa tubuhnya, harus dibuang serta dimandikan lagi. Bila keluar najis sehabis di atas kafan, tidak butuh diulangi mandinya, lumayan cuma dengan membuang najis tersebut.

Untuk jenazah perempuan, sanggul rambutnya wajib dilepas serta dibiarkan terurai ke balik. Sehabis disiram serta dibersihkan, kemudian dikeringkan dengan handuk serta dikepang.

Keringkan badan jenazah sehabis dimandikan dengan handuk sehingga tidak membasahi kain kafannya.

Berakhir memandikan jenazah, berilah wangi- wangian yang tidak memiliki alkohol saat sebelum dikafani, umumnya memakai air kapur barus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *